Dua dari 365 hari hampir lewat di usia baru ini. Cepat sekali. Rasanya baru saja membalas semua ucapan selamat, berterima kasih untuk doa-doa, dan tertawa di kejutan ulang tahun; kini hari baru bahkan sudah mau usai. Mungkin waktu memang berakselerasi di dekade baru. Dekade kepala dua rasanya akan cepat berlalu, meski banyak hal penting (seharusnya) terjadi.
Pergantian hari adalah sesuatu yang amat biasa, tidak istimewa. Sebenarnya yang lazim disebut ultah tahun adalah ketika hari berganti dan putaran berulang lagi sehingga ditambahkan satu angka pada tahun - sekadar untuk mempermudah pengukuran usia. Angka satu tahun memang signifikan karena sesungguhnya semua orang kehilangan masa setiap saat. Jadi, kadang saya berharap ada transformasi besar-besaran di hari jadi.
Nyatanya, tidak. Saya masih manusia yang sama. Pola hari kemarin, hari ini, dan hari-hari lain pun mungkin akan sama. Meskipun demikian, saya tahu akan ada hal-hal berbeda terjadi. Satu hari saya akan di satu tempat, di waktu lain saya merasakan sesuatu, dan di kesempatan lain saya akan bertemu orang-orang baru. Inilah mungkin yang membuat setiap waktu begitu istimewa. Perjalanan ini seperti terdiri dari rentetan kejadian yang berbeda, namun dengan pola yang mirip.
Bagian-bagian kecil yang disebut perasaan, kejadian, dan lain sebagainya, sungguh patut dirayakan. Mungkin bila tidak melihat ke belakang, bagian-bagian kecil itu jadi tidak bermakna. Dua puluh satu tahun sudah perjalanan saya. Dan saya belajar bersyukur atas bagian-bagian kecil yang membentuk keseluruhan besar perjalanan ini. Yang paling membuat saya bersyukur, saya tidak menikmatinya sendirian. Ada orang-orang lain yang ambil andil dalam perjalanan saya, bahkan beberapa di antara mereka adalah alasan saya jadi orang yang sangat bahagia kemarin.
Saya sempat berpikir apakah saya layak atas kasih sayang dan perhatian dari orang-orang tersebut. Rasanya saya belum pernah berbuat sebaik yang mereka lakukan. Tapi kalau dunia selalu ditimbang berdasarkan "kebaikan yang diterima berbanding lurus kebaikan yang diberi", sepertinya keseimbangan itu akan jadi satu-satunya keseimbangan yang tidak ideal, yang sia-sia. Tidak ada keistimewaan dan perayaan sukacita dari kelurusan itu. Karena itu, terima kasih, terima kasih buat setiap mereka yang membuat hari saya kemarin begitu istimewa. Tapi terlepas kemarin, terima kasih buat pengalaman yang saya nikmati dari mengenal Anda sekalian - dan Anda-Anda lain yang sayangnya melewatkan perayaan bahagia saya kemarin.
Terlebih bila saya ingat semua pengalaman dan kejadian yang terjadi, terutama di usia 20 kemarin. Tahun lalu adalah tamparan yang membukakan mata saya tentang siapa saya dan yang saya pikir adalah saya. Saya amat jauh dari kata pantas. Namun, (buat saya), saya masih diizinkan menerima bagian yang begitu luar biasa. Banyak hal penting terjadi tahun lalu yang membuat saya menyadari bahwa ada yang mengatur segalanya. Terima kasih, terima kasih yang begitu besar teruntuk kepada Sang Pengatur.
Akhirnya, setelah hiruk pikuk selesai, realita kembali mengetuk. Tiga ratus sekian hari lagi sebelum putaran tahun mulai lagi dari nol. Semua masa punya misterinya masing-masing. Jiwa muda saya serasa ingin menantang apapun, mencicipi segala perasaan, dan mencoba semua yang diinginkan. Tapi, dalam hati, saya amat gentar membayangkan segala kemungkinan yang bisa ditawarkan hidup.
Mungkin satu-satunya kontrol yang bisa saya lakukan adalah penyerahan diri. Bahwa pada akhirnya, ada Satu yang paling menyayangi saya di atas segalanya. Yang mengizinkan semuanya terjadi dan yang melindungi saya hingga garis akhir. Putaran ini dan seterusnya saya percayakan pada Sang Pelindung.
Terima kasih untuk satu tahun lagi karya-Mu yang ajaib, The Divinity.
Tho' I sense the melancholistic tune, I'll pretend not to notice that. Happy birthday, icil! Wyatb! Be happy. We have our youth time, at least :)
ReplyDeleteAnd please posting more things!