Banyak yang belum kita ketahui - yang tersisa menjadi pertanyaan. Katanya, takdir sering menitipkannya pada waktu.
Wednesday, December 10, 2014
Wednesday, November 12, 2014
GA 246 & TAXI AFG 001
Ruang dan waktu dan segala yang di dalamnya, pencatut keterbatasan manusia. Alangkah kurangnya kita. Takluk pada dimensi dan kala.
Tapi sepertinya, keterbatasan justru mendefinisikan. Bukankah dengannya, makna jadi nisbi?
Seperti ketika melayang di angkasa, makin banyak yang dapat terlihat tapi raga tidak mampu menjangkau. Ingat, ada ruang.
Seperti ketika kita berpikir bahwa segala sesuatu kekal (apa itu kekal?). Ingat, ada waktu.
Sukar diakui, tapi kita suka bertarung melawan kodrat - seakan semua sejauh rengkuhan. Kalau direnungkan, mengapa harus berletih melawan? Bukankah hidup di batasan-batasan itu menyenangkan?
Bukankah itulah hidup? Batasan?
Wednesday, June 4, 2014
Alasan
Untuk mengerjakan hal yang lebih penting (bukan) bagi dirinya sendiri.
Saturday, April 5, 2014
Lucu
Sedangkan yang begitu ingin, dirasa tidak pas.
Ah, mungkin memang masih waktunya bermain-main...
dengan waktu, yang tidak pernah kalah.
Tuesday, January 21, 2014
Waktu
Apakah kita berhak marah pada waktu, yang terlalu cepat merenggut tawa dan terlalu lama mengurung rana?
Apakah kita berhak kecewa pada waktu, yang terlalu sering membuang kesempatan dan menahan kita dalam bosan?
Siapakah kita? Tuan? Sungguhkah waktu tunduk pada tuan?
Monday, August 5, 2013
I Heard
Friday, July 26, 2013
To The End of It
Liburan tiga bulan ini seru. Banget. In 2 months, I traveled 4 different places in 3 different countries. Merasakan mulai dari naik maskapai penerbangan bonafide ke sebuah negara maju sampai naik bus yang AC-nya mati dan harus dibenerin selama almost 3 hours (thanks Pindar, that experience completes my life). Merasakan mulai dari tulang dicabik dingin untuk menyaksikan keindahan alam yang surealis sampe shopping bikin bangkrut. God, thanks, thanks, thanks.
So, how do I feel now?
Lucky, partly. And empty fills the other part. The fact that I still need to complete a quest of arranging so-called life schedule threatens me somehow. Tetiba sadar aja gitu kalo gue harus bertanggung jawab sama hidup dalam waktu dekat. Maksudnya, in less than a year I may obtain my bachelor degree. You know, I'm thinking about "what next?". It scares me karena gue ngerasa disoriented. The last time I remember I really wanted something so badly ya Akuntansi UI sama Midsummer. Habis itu.....................
I need that kind of excitement. Haha kesannya kayak ga bersyukur bgt ya sama hidup. Ngga kok, bersyukur, bersyukur bgt. Satu-satunya yang jelas sekarang, gue tau kalo gue pengen keliling dunia. I am just being another Nadya out there. Bukan Nadya yang malas dan manja seperti di rumah. Turns out I am strong enough to wander around on foot for like 4 hours and lift 12 kg luggage.
Yesss, I need something that forces me to work beyond my limit.
Pertanyannya balik lagi: apa ya?
Monday, December 31, 2012
I'm On The Edge
Kenapa ya? Apa karena udah tua? Apa karena merasa materi ujian belum dipahami betul?
Entahlah, mungkin sekarang lebih asyik melihat sejenak ke belakang. Oh yeah, this year was such an awesome blast. Sepertinya semua rasa bener-bener dihadapi tahun ini. I feel complete as a human. Seneng, sedih, excited, lost, terharu, absurd, flat, butterfly in my stomach. Haha semua deh. Se-complete itu :'')
Seorang teman meramal peruntungan saya di 2012 di penghujung 2011. It turned out that ramalannya partly true, but mostly not as far as I remember. Mungkin karena ramalannya waktu itu bikin saya insecure mati-matian. Sampai saya tidur ga tenang supaya ga kejadian.
And maybe it's true for future-forecaster. Nobody, no single breathing-creature bisa meramal exactly masa depan kayak apa. We try as much as possible to predict future while we are silently aware that the joy of living lies in the mysteries it holds. We're just simply addicted to surprises. But we deny it, we simplify our lives, we minimize our risk of being hurt.
Tapi ada satu rasa yang paling bikin saya damai di siang hari yang indah ini: thankfulness. Ibadah minggu terakhir di 2012bener-bener menampar saya tepat di pipi. "Hidup ini hanya kasih karunia Tuhan," gitu kata Bu Pendeta. Exactly seperti yang secara magis berseliweran di hati dan pikiran saya belakangan ini.
Anehnya lagi, semalam sebelumnya,saya menatap mata seorang random di jalan yang somehow membuat saya ngerasa kalau saya perlu berbuat sesuatu, giving back to the universe that has been fulfilling my life.
Mungkin 2013 akan menjawab pertanyaan saya akan real passion saya, akan mau dibawa kemana hidup setelah lulus dari kampus kesayangan. Mungkin 2013 saya akan pergi ke suatu tempat random yang akan mengubah hidup saya selamanya. Mungkin saya akan jatuh dan sakit bgt untuk dapat jawaban tentang hal-hal krusial yang sering saya tanyakan.
Apapun itu, above anything, I just want to feel alive, to possess passionate excitements towards life. Dan saya tahu salah satu yang bisa bikin itu ya cuma dengan bermimpi...mimpi yang impossible sampai ga tenang buat tidur, menangis, dan bersujud di hadapan Yang Maha Kuasa.
Eventually, thank you very much, my dear 2012. It's been a superb, no, awesome, no..ah I just can't find appropriate word to describe you. It's been a ya-you-feel-it year.
And for you, the upcoming year, I'm ready for your mysterious surprises.
BRING IT ON! :D
Thursday, November 1, 2012
Know Now
Guess what...it's the trick. Once you lose a grip, you'll be just running round and round. Because you have nowhere to go, you know no direction.
Thursday, August 23, 2012
New Encounter
So, I just had a new encounter. Stepping my feet on the ground I've never walked before. Stressing over unsuccessful map reading. Shocking after unpredictable food taste. And also, the most important of all: deadly feeling of longing for people-I-care-the-most's presence.
This might be not a huge deal but the idea of visiting new places really is a life-changing experience. It leaves me a big question: why do I always take things for granted? Why can't I, instead of hating it, appreciate the quirky findings I often meet back there?
In fact, no matter how hateful I was, I found myself looking back at those pictures and suddenly missed ever single thing. Nobody knows whether I'll come back someday. Nobody knows whether it will remain the same (most probably, not). And soon I realize that...even doing groceries won't be just ordinary, again.
Friday, July 27, 2012
Someday
And by doing that, I would know that...nothing to boast about.
Wednesday, July 18, 2012
I Got Mine from Aleph, Perhaps
Do we really reach our goal at a certain defined position? And will our specific end define our success? Will it even matter?
Are my sentences standing adjacent to each other?
Wednesday, August 10, 2011
Wednesday, January 26, 2011
Will and Way
Days after, I had second thought about series of events relating to my hope about something. Well, it led me to a conclusion that I should stop. Weird, but it felt so free to let go and then I took a precious lesson that "when there's a will, there's a way" phrase does exist in reality. Sometimes, the way, which eventually reveals the best, doesn't go for a "yes". It often goes for a "no", for my own good. But at least, I won't die wondering what probably would have occurred if I had done this or that. Why? Because I already did it, I have already answered my own question, my own hope by taking a leap of faith and accepting to act.
Yes, now I believe that when someone hopes so badly, sometimes in a series of exceptional events, the way emerges and leaves her/him with a choice, to act or to stay silent. And after choosing, well, the rest is God's business.
Friday, January 21, 2011
Setiap Ruas
Semestinya bukan menjadi suatu rekreasi ketika harus berdiri di bis yang penuh sesak atau kereta yang terlalu penuh hingga bernapas saja sulit. Tapi, entahlah, setiap perjalanan selalu memberikan inspirasi di balik cerita dan tingkah laku pemerannya. Tiap orang dengan latar belakang yang berbeda namun menggantung hidup pada satu supir atau masinis yang sama. It inspires me in such weird way.
Kadang rekreasi itu bertambah ketika pengamen jalanan mulai memetik gitar, membersihkan pita suara dan bernyanyi. Jangan tanya kualitas mereka. Tidak sedikit yang berbakat, bahkan piawai menggesek biola atau meniup harmonika. Ada yang menyanyikan tembang lawas dengan suara dibuat-buat mirip Ebiet G. Ade. Lainnya menyanyikan berbagai genre musik masa kini. Mulai dari brit pop hingga pop melayu. Dari Nidji hingga Kangen Band.
Lucunya, saya tidak bisa semena-mena menyuruh mereka berhenti bersenandung. Saya tidak bisa seenaknya bertindak. Mau tidak mau saya harus mendengar suara fals mereka tidak peduli betapa buruknya suasana hati saya hari itu. Mau tidak mau saya harus menahan kantuk karena takut tersesat. Mau tidak mau saya harus bertoleransi dengan penumpang lain dan kegiatan mereka. Entah ibu-ibu baru pulang dari pasar dan tidur sembarangan atau mbak-mbak ABG yang curhat dengan temannya tentang pacarnya yang selingkuh.
Semua itu hanya segaris cerita tentang jalanan. Buat saya, jalanan seperti miniatur. Miniatur kerasnya hidup di ibukota Jakarta. Saya tidak memungkiri betapa saya ingin berjuang agar tidak selamanya menumpang fasilitas umum. Saya juga tidak menolak kalau orang tua saya meminjamkan kunci mobil untuk saya. Namun, saya tahu bahwa saya akan rindu dan kehilangan sesuatu. Ya, jalanan dan dinamikanya...
Thursday, January 6, 2011
Boys and Girls

Well, enough blabbering, I'm signing out.
PS : That malam biru thing, hm, I was trying to make a joke ha sorry.
Friday, November 19, 2010
And I Hope Nothing Turns Blue
Saturday, September 25, 2010
Forever and Ever
Monday, September 13, 2010
Night Tale
Sunday, August 29, 2010
Thank You
