Wednesday, November 12, 2014

GA 246 & TAXI AFG 001

Ruang dan waktu dan segala yang di dalamnya, pencatut keterbatasan manusia. Alangkah kurangnya kita. Takluk pada dimensi dan kala.

Tapi sepertinya, keterbatasan  justru mendefinisikan. Bukankah dengannya, makna jadi nisbi?

Seperti ketika melayang di angkasa, makin banyak yang dapat terlihat tapi raga tidak mampu menjangkau. Ingat, ada ruang.
Seperti ketika kita berpikir bahwa segala sesuatu kekal (apa itu kekal?). Ingat, ada waktu.

Sukar diakui, tapi kita suka bertarung melawan kodrat  - seakan semua sejauh rengkuhan. Kalau direnungkan, mengapa harus berletih melawan? Bukankah hidup di batasan-batasan itu menyenangkan?

Bukankah itulah hidup? Batasan?

No comments:

Post a Comment