Thursday, August 13, 2015

Kamu dan Aku, Kekal

Aku senang, karena kenyatannya kamu dan aku kekal. Di tempat itu, di waktu itu. Kesementaraan tak mampu mengalahkan kenyataan, bahwa saat itu telah dikunci kekekalan.
Dan jiwaku akan terus menyimpan kamu dan aku dan kekekalan itu. Membisukan jarak yang kita ratapi. Membungkam waktu yang berkuasa atas kita. Yang ada hanya kamu dan aku dan kekekalan itu.
Walau kefanaanku menghapus rekam-rekam yang dirangkai dalam raga, jiwaku tetap bersorak. Karena kenyatannya kamu dan aku kekal. Di tempat itu, di waktu itu. Selamanya...

1 comment: